MANIFESTO TINTA
merupakan antologi puisi kolaboratif penyair Indonesia yang menjadi wujud
solidaritas dan perlawanan terhadap pembungkaman kebebasan pers di tengah
maraknya manipulasi informasi. Karya ini menegaskan kebenaran sebagai hak
fundamental dengan mengangkat perjuangan jurnalis melawan ancaman, sensor, dan
kriminalisasi demi mempertahankan kebebasan pers.
Melalui pendekatan puitis, antologi ini berfungsi sebagai panggilan aksi bagi masyarakat untuk melindungi kebebasan pers dan didedikasikan bagi para pejuang informasi yang bertaruh nyawa mengungkap fakta. Ditujukan untuk disuarakan di ruang publik, Manifesto Tinta menegaskan bahwa tinta adalah alat perlawanan yang abadi dalam memperjuangkan kebenaran.
Trimakasih
untuk, Nining Rohini, S.Pd.I., Hamidan Rahmat, P. Rudian, Antoro, S.Pd, Eka
Yulia, Priyo Prakoso, Danil Hamdani/ Fa2dan, Yuika Nurhalisa, Mira Santika Dewi,
Nisa Amelia, Milawati, Resa, Fatimah Irny, Umi Kulsum, Laela Safitri, Nabila
Septiani, Laila Nuri Maulida, Ibnu Muslim, Syifa Fauziah, Dinda Nurlita, Ayu
Septiani, Wanoja Lauzah dan Nadia Aulia Fatimah yang telah menggoreskan
tintanya untuk mengisi antologi puisi di komunitas lentera kata kuningan.